Sahabat Sungai Faji Jawa Barat

Tentang Sahabat Sungai Faji Jawa Barat

I.Dasar Pemikiran

Olah Raga Arung Jeram atau yang sebelumnya bernama Olah Raga Arus Deras (ORAD) dengan sungai setali tiga uang. Arung Jeram merupakan satu kesatuan yang tidakdapat dipisahkan dengan sungai. Olah Raga Arung Jeram tidak mungkin dapat berkembang apabia sungai dimana tempat dilaksanakannya kegiatan ini tidak memenuhi sebagaimana yang disyaratkan.

Dalam perjlanananya, sejak tahun 1970 hingga sekarang olah raga arung jeram tumbuh pesat di Indonesia, diperkirakan puluhan bahkan mungkin ratusan club telah berdiri. Dari sisi prestasi olah raga ini juga sudah ada yang mengukir prestasi berskala interasional. Indonesia melalui FAJI sering mengikuti berbagai event yang diselenggarakan oleh Federasi Arung Jeram Indternasional di berbagai Negara. Sekarang olah raga ini telah berkembang menjadi olah raga pariwisata. Hampir semua sunga-sungai besar di Indonesia dipergunakan oleh para pegiat maupun para pengusaha yang bergerak di bidang industry pariwisata Adventure (petualangan) khususnya arung jeram.Sungai telah menjadi sumber kehidupan bagi para pegiat arung jeram. Akan tetapi yang menjadi kekhawatiran dan perlu perhatian kita semua terkait dengan situasi dan kondisi sungai dan daerah aliran sungai di Indonesia yang semakin hari semakin memprihatinkan. Daerah Aliran Sungai di Indonensia terus mengalami degradasi. Tentu saja, FAJI sebagai organisasi/lembaga yang kegiatannya tidak bisa dipisahkan dengan sungai harus dengan segera berbuat nyata untuk menyelamatkan situasi dan kondisi ini. FAJI harus menjadi organisasi yang mampu mengajak masyarakat untuk perduli dan terlibat dalam upaya penyelamatan dan pelestarian sungai di Indonesia.

Sehubungan dengan hal itu, program Sahabat Sungai ini diharapkan mampu menjawab dan menjadi salah satu solusi yang dapat memperbaiki kondisi sungai di Indonesia. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik, sebelum kita kehilangan segalanya.

Kondisi Sungai di Indonesia

Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai. Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya.

Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami 3 (tiga) P, yaitu ; Pendangkalan, Penyempitan, dan, Pencemaran, yang diakibatkan adanya perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS. Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat penyusutan luas hutan yang berfugsi sebagai kawasan penyangga dan tangkapan hujan, kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai.

Dampak Kerusakan DAS. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Kondisi ini diakibatkan oleh rendahnya kesadaran dan tanggung jawab manusia tentang pentingnya keberlanjutan sungai sebagai sumber kehidupan, bukan saja untuk manusia tetapi untuk seluruh ekosistem makhluk hidup lainnya.

FRIENDS OF THE RIVER (SAHABAT SUNGAI) merupakan salah satu upaya dari FAJI sebagai organisasi yang diberi mandate untuk menjaga lingkungan, khususnya sungai sebagaimana dimandatkan dalam Anggaran Dasar organisasi, dalam upaya menjaring individu di masyarakat yang memiliki perhatian dan keperdulian terhadap sungai.

II.TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan yang ingin dicapai dari program ini adalah memperkuat pengetahuan masyarakat, baik secara individu, komunitas dari berbagai kalangan, mengenai pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan

III. SASARAN

Sementara itu sasaran program adalah :

a) Mendorong tumbuhnya kesadaran kritis, pengetahuan, sikap, perilaku dalam memperlakukan sungai

b) Mendorong masyarakat untuk secara kolektif, terutama masyarakat yang berada dan hidup disekita hulu maupun daerah aliran sungai memili perencanaan serta kegiatan dan upaya konservasi dalam upaya melestarikan sungai.

c) Mendorong masyarakat yang berada disekitar sungai menyusun rencana pengurangan risiko bencana di wilayahnya masing – masingmelalui pendekatan analisi risiko dan kerentanan.

d) Membiasan masyarakat untuk melakukan aksi – aksi kolektif dalam upayan konservasisungai dan penguragan risiko bencana

IV. KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKAN

Sementara itu sasaran program adalah :

a) Kampanye melalui sosial media, langsung ke Masyarakat dengan melalui berbagai event, ke sekolah-sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi

b)Mengembangkan Wisata sungai, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa serta komunitas

c)Pelatihan Konservasi sungai untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat, khususnya yang tinggal disekitar sungai

d)Rehabiitasi kawasan DAS Hulu melalui penanaman pohon berbasis masyarakat.

e)Membuat film edukasi tentang sungai.

f)Bersih – bersih sungai terutama sungai-sungai tempat anggota FAJI berkegiatan (Susur Sungai),kegiatan ini bisa melibatkan pengunjung maupun masyarakat lokal dan komunitas pecinta alam dan lingkungan.

V. MITRA STRATEGIS

a) Pemerintah (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dinas Lingkungan Hidup (Untuk di Daerah – Daerah), Departemen/ Dinas Pendidikan Dasar sampai perguruan tinggi. Departemen/Dinas Pariwisan, dll)

b) Perusahaan Swasta

c) Donor dalam dan luar negeri

d) NGO dan Komunitas

VI. SUMBER PEMBIAYAAN PROGRAM

a) Pemerintah

b) Dana Publik

c) CSR Perusahaan Swasta

d) Donor dalam dan luar negeri

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Dadang Sudarja

Divisi Lingkungan Hidup FAJI JABAR

Jika anda membutuhkan informasi tentang kami? Kami disini siap membantu anda!

Call: 08180-988-3949contact us